Terkesan Lambat, Pembebasan Lahan Bendungan Tugu Trenggalek Dikeluhkan Warga

Terkesan Lambat, Pembebasan Lahan Bendungan Tugu Trenggalek Dikeluhkan Warga
Peristiwa Daerah
Caption : Proses pembangunan bendungan Tugu Trenggalek

TRENGGALEK - Rencana pembebasan 81 bidang lahan pada proses pembangunan bendungan di Desa Nglinggis Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur hingga saat ini masih ada 38 bidang saja yang diumumkan pada, Selasa (24/5) lalu. 

Bahkan hal itu di sesalkan oleh masyarakat yang terdampak, karena penentuan lokasi (penlok) yang terdampak sudah dimulai sekitar enam tahun lalu.

Jika melihat proses pembebasan 81 bidang lahan yang diawali pada bulan Januari 2020, namun hingga saat ini masih belum selesai.

Melihat hal tersebut nampaknya Balai Pertanahan Nasional (BPN) bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas harus segera berkoordinasi agar proses pembangunan sesuai target kontrak. 

Menurut salah satu masyarakat terdampak yakni Suryanto warga Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, pihaknya menyesalkan lamanya proses pembebasan lahan yang hingga saat ini belum selesai.

Terkait lamanya proses tersebut, pihaknya mengatakan tidak tahu secara pasti. Namun dalam awal proses administrasi, semua kelengkapan dan persyaratan telah diberikan. 

"Kami telah memberikan kelengkapan data dan persyaratan kepemilikan tanah, bahkan itu telah kami berikan sekitar satu tahun yang lalu," ungkap Suryanto, Rabu (3/6/2020).

Dalam hal ini Suryanto berharap agar seluruh prosesnya dipercepat, sebab masyarakat yang terdampak sangat berharap banyak dan butuh kejelasan dari itu semua.

Seharusnya diberi tahu jika ada kelengkapan data yang kurang. Karena jika sebagian bidang lahan saja yang diumumkan, akan ada kecemburuan diantara masyarakat.

"Makanya kami berharap agar prosesnya cepat diselesaikan, agar tidak ada kecemburuan diantara kami," pintanya.

Dilain tempat, Deny Bayu Praweto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Bendungan BBWS mengakui hal tersebut. 

Ia juga mengatakan bahwa, sebenarnya disaat koordinasi bersama antara BBWS dan BPN sebelum pengumuman, rencananya ada sekitar 56 bidang tanah yang diumumkan.

Namun hingga kini, hanya 38 bidang tanah yang bisa diumumkan. Alasan dari BPN sendiri disampaikan bekerkaitan dengan berkas. 

"Rencananya ada 56 bidang lahan yang akan diumumkan, namun kemarin hanya diumumkan 38 bidah saja," tuturnya. 

Dijelaskan Deny, alasan terkait berkas apa, pihaknya juga kurang mengetahui, sebab merupakan wewenang panitia termasuk BPN. Padahal harapannya, 81 bidang lahan itu diumumkan semuanya.

"Dengan demikian, kami akan terus melakukan koordinasi supaya pembahasan lahan tersebut cepat terselesaikan," pungkasnya.

Hingga berita ini ditanyangkan, awak media telah mencoba menghubungi pihak BPN. Namun upaya tersebut masih belum bisa dilaksanakan, sebab pejabat bersangkutan juga belum memberi respon saat dihubungi via telepon.


Kontributor : Rudi Yuni
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar